Kamis, 19 September 2013

JakartaKu

Jakarta ku, pagi ini, angin mulai berbisik
di selingi gemuruh hujan, menjajaki gedung bertingkat
tugu pancoran mulai bernyanyi
sebentar saja kemudian suram

Jakarta ku, pagi ini aku mulai melangkah
memikul beban memburu predator
atau aku yg di buru, di kejar predator
langkah ini semakin berat terlebih melihat macet


Jakarta ku, Monas baru saja kulalui
tampak menunduk tidak berkutik
diselingi angin yg semakin kencang
hujan sekejab, banjir melahap

Jakarta ku, lihat para pendemo itu
mencaci maki men-teriaki namamu
memanggil manggil wujudmu
berharap engkau berubah menjadi lebih baik
menjadi kota yg banyak tersenyum
banyak memberi dan banyak menolong


Jakarta ku, pagi ini aku terbangun
dengan harap bisa tersenyum
melihat kemegahanmu
tapi, Jakarta tetaplah Jakarta
hanya kita yg bisa merubahnya.

1 komentar: