Rabu, 25 September 2013

Bualan Tentang Cinta


bulan pucat itu bukanlah hal yang langkah,
hampir setiap malam aku memandangnya
sering kali aku menatapnya berkali, berkali dan berkali kali.
berharap, mungkin saja, suatu saat...
kapan? atau dibagian bumi mana kita akan bertemu kembali.
bahkan terkadang aku sempat berfikir 
mungkin di alam lain Tuhan akan mempersatukan kita kembali?
di langit ke tujuhkah? di alam bakah? atau mungkin di dimensi kelima

atau mungkin ini kisah tentang fatcay
cerita jendral pecinta yang di lempar ke alam bakah
di persembahkan serupah binatang
mencintai wanita yang sama
walau pada akhirnya harus berpisah

Tuhan, adakah reinkarnasi itu?
memepersatukan insan dalam dunia yang berbeda?
dalam waktu yang berbeda?
apakah aku akan rasahkan hal yang sama lagi..?seperti saat ini?
jatuh cinta pada pandangan pertama 
jatuh pada saat aku melihat kamu pertama kali

Senyummu masih ku ingat, 
candamu masih bisa ku rasah
suaramu yang kudengar di ujung sana
menggema, menggetarkan isi hatiku

ah..aku tak mau terkungkung dalam kesedihan
meluluh dalam sajak yang melow ini
terjepit di dalam kisah kita
biar saja buku ini yang bercerita 
mengalir seperti riam itu
berdendangan seperti nada biola itu
walaupun pada akhirnya engkau tambatkan hatimu
di dermaga di seberang sana...







Tidak ada komentar:

Posting Komentar