Satu lagi petualang dari kota Solo
bertarung di kancah politik
menggalang suara rakyat, dari pelosok hingga tersohor
namamu jadi taruhan, kampanyemu jadi taruhan
pesaingmu kamu singkirkan
dari pemula sampai yang kelas kakap
Jokowi jokowi...
reputasimu banyak yang menyolok
tak jarang juga banyak yang terperosok
kini km mengemban tugas
amanat rakyat untuk rakyat
tapi kamu bukan di kota Solo
"ini Jakarta Bung" salah langkah
masuk jurang.
Aku suka gayamu, blusukan kesana kemari
dari satu gank ke gank yang lain
dari satu kampung ke kampung yang lain
entah cari simpati rakyat
atau engkau tulus mengemban tugasmu
Tapi aku tetap suka gayamu
kelem, tapi tegas
di tambah wakilmu yang garang
kata orang dia tegas dan keras
tapi ini memang Jakarta
kalo tidak keras jadinya melempem
tapi jangan salah, jakarta banyak masalah
dari yang banjir hingga yang macet
dari kemiskinan hingga yang kekayaan
dari yang morat marit sampai yang mengemis
akhirnya banyak yang berdemo,
protes sana sini, bakar sana bakar sini..
hufft..aku rakyatmu Jokowi,
semogah engkau mampu membina Jakarta
semogah engkau mampu menyiasati situasi
dari pro hingga yang kontra
dari yang nyata hingga yang pura pura
dari yang pura pura menjadi nyata
Semangat..!!
Senin, 30 September 2013
Jumat, 27 September 2013
Si Kupu dan si Kunang
Bila si kupu mulai terlelap
maka si kunang mulai terjaga
bila bibir terasah gagap
itu karena adanya kanda
bila si kupu mulai menari
maka si kunang kembali pulas
bila cinta mulai bersemi
segala rintangan tak berbekas
dua serangga saling berkencan
walau dia berbeda sifat
bila cinta menjadi mapan
dua manusia saling mengikat...
.jpg)
maka si kunang mulai terjaga
bila bibir terasah gagap
itu karena adanya kanda
bila si kupu mulai menari
maka si kunang kembali pulas
bila cinta mulai bersemi
segala rintangan tak berbekas
dua serangga saling berkencan
walau dia berbeda sifat
bila cinta menjadi mapan
dua manusia saling mengikat...
.jpg)
Rabu, 25 September 2013
Bualan Tentang Cinta
bulan pucat itu bukanlah hal yang langkah,
hampir setiap malam aku memandangnya
sering kali aku menatapnya berkali, berkali dan berkali kali.
berharap, mungkin saja, suatu saat...
kapan? atau dibagian bumi mana kita akan bertemu kembali.
bahkan terkadang aku sempat berfikir
mungkin di alam lain Tuhan akan mempersatukan kita kembali?
di langit ke tujuhkah? di alam bakah? atau mungkin di dimensi kelima
atau mungkin ini kisah tentang fatcay
cerita jendral pecinta yang di lempar ke alam bakah
di persembahkan serupah binatang
mencintai wanita yang sama
walau pada akhirnya harus berpisah
Tuhan, adakah reinkarnasi itu?
memepersatukan insan dalam dunia yang berbeda?
dalam waktu yang berbeda?
apakah aku akan rasahkan hal yang sama lagi..?seperti saat ini?
jatuh cinta pada pandangan pertama
jatuh pada saat aku melihat kamu pertama kali
Senyummu masih ku ingat,
candamu masih bisa ku rasah
suaramu yang kudengar di ujung sana
menggema, menggetarkan isi hatiku
ah..aku tak mau terkungkung dalam kesedihan
meluluh dalam sajak yang melow ini
terjepit di dalam kisah kita
biar saja buku ini yang bercerita
mengalir seperti riam itu
berdendangan seperti nada biola itu
walaupun pada akhirnya engkau tambatkan hatimu
di dermaga di seberang sana...
Senin, 23 September 2013
Semi di musim Hujan
dua pucuk kembangku telah gugur bertaburan
hancur berantakan di derah panas yg menyengat
aku layu, mengering, berguguran
hingga tumpah ruah di serambih rumah tua
kemarau kemarin telah menumbangkan bunga bunga cantik ku
semi, anginmu aku tunggu
anginmu aku harapkan
anginmu menyejukkan
menusuk sampai ke rongga nadi
memberi warna pada daun daun ku
cahayamu menghangatkan
memberi cerah pada kehidupan
semi, bukankah kita berbeda paham
engkau lembut, engkau halus,
engkau memberi banyak kesejukan
engkau memberi banyak ketenangan
engkau memberi banyak ilham pada pujangga
engkau adalah nafas bagi banyak makhluk
terkadang aku iri melihatmu, cemburu....
melihat engkau berpelukan pada batu
melihat engkau bermesraan dengan pasir
melihat engkau menari dengan ombak
bercengrama dengan banyak makhluk
kini musim mu telah bergulir
lamat lamat berganti kucuran hujan
butir butir air yang menyentuh tubuh kasar ku
membasahi tiap tiap kulit kering ku
masuk ke pori pori hingga jatuh ke dalam jantung akar ku
aku pasti rindu padamu
semalam aku di belai lembut sapuanmu
diberi wewangian dari negeri seberang
diberi kesejukan hingga pelosok daun ku
puitis sekali engkau malam itu
semi, kini biarkan aku bermain dengan hujan
bercumbu mesrah di balik sela daun ku
bermandikan kemesraan bersama
pada saatnya kita akan bertemu lagi
seperti bumi yang selalu berputar
seperti waktu yang selalu berjalan
mengelilingi matahari dan bulan
hingga di suatu titik kita akan bertemu kembali.
~~ o O o ~~
Kamis, 19 September 2013
Lentera di sudut malam
Lentera lentera Malam
termangu di sudut malam
merenung sambil menunggu
berharap datang para pengunjung
jejak sang jaka mulai menapak
hilir mudik mencari lapak
tawar menawar di ujung warung
merasa cukup lalu bertarung
wahai engkau lentera malam
mencari nafkah di dalam kelam
tak dapat kapal tak dapat pesawat
hilang keperawanan menjadi sesat
akankah engkau mnjadi bijak
lakukan ibadah memohon sang bijak
lupakan kelam lupakan kebejatan
mulai berdoa di ujung kekuatan.
~~ o O o ~~
termangu di sudut malam
merenung sambil menunggu
berharap datang para pengunjung
jejak sang jaka mulai menapak
hilir mudik mencari lapak
tawar menawar di ujung warung
merasa cukup lalu bertarung
wahai engkau lentera malam
mencari nafkah di dalam kelam
tak dapat kapal tak dapat pesawat
hilang keperawanan menjadi sesat
akankah engkau mnjadi bijak
lakukan ibadah memohon sang bijak
lupakan kelam lupakan kebejatan
mulai berdoa di ujung kekuatan.
~~ o O o ~~
JakartaKu
Jakarta ku, pagi ini, angin mulai berbisik
di selingi gemuruh hujan, menjajaki gedung bertingkat
tugu pancoran mulai bernyanyi
sebentar saja kemudian suram
Jakarta ku, pagi ini aku mulai melangkah
memikul beban memburu predator
atau aku yg di buru, di kejar predator
langkah ini semakin berat terlebih melihat macet
Jakarta ku, Monas baru saja kulalui
tampak menunduk tidak berkutik
diselingi angin yg semakin kencang
hujan sekejab, banjir melahap
Jakarta ku, lihat para pendemo itu
mencaci maki men-teriaki namamu
memanggil manggil wujudmu
berharap engkau berubah menjadi lebih baik
menjadi kota yg banyak tersenyum
banyak memberi dan banyak menolong
Jakarta ku, pagi ini aku terbangun
dengan harap bisa tersenyum
melihat kemegahanmu
tapi, Jakarta tetaplah Jakarta
hanya kita yg bisa merubahnya.
di selingi gemuruh hujan, menjajaki gedung bertingkat
tugu pancoran mulai bernyanyi
sebentar saja kemudian suram
Jakarta ku, pagi ini aku mulai melangkah
memikul beban memburu predator
atau aku yg di buru, di kejar predator
langkah ini semakin berat terlebih melihat macet
Jakarta ku, Monas baru saja kulalui
tampak menunduk tidak berkutik
diselingi angin yg semakin kencang
hujan sekejab, banjir melahap
Jakarta ku, lihat para pendemo itu
mencaci maki men-teriaki namamu
memanggil manggil wujudmu
berharap engkau berubah menjadi lebih baik
menjadi kota yg banyak tersenyum
banyak memberi dan banyak menolong
Jakarta ku, pagi ini aku terbangun
dengan harap bisa tersenyum
melihat kemegahanmu
tapi, Jakarta tetaplah Jakarta
hanya kita yg bisa merubahnya.
Senyum di balik awan
Tawanya renya indah memecah hening malamku
ucapan dan perasaan menimang hatiku yang sedang gelisah
lebih baik meninggalkan masa lalu dan mendengarkan cerita
Ucapannya menyapa hari hariku
menyenyakkan tidurku
dan melarutkan malam yg terasah panjang
bunga mawar itu telah menancap di pagar hatiku
bersemai merekah membalut tidurku
mari tersenyum bersama bulan,bintang
dan jutaan mahkluk malam lainnya
menyanyikan melodi
menjadikan lakon indah di malam hari
menyapa sang Bunda bukan hal yg sulit lagi
di saat kita tergolek dalam alunan cinta....
ucapan dan perasaan menimang hatiku yang sedang gelisah
lebih baik meninggalkan masa lalu dan mendengarkan cerita
Ucapannya menyapa hari hariku
menyenyakkan tidurku
dan melarutkan malam yg terasah panjang
bunga mawar itu telah menancap di pagar hatiku
bersemai merekah membalut tidurku
mari tersenyum bersama bulan,bintang
dan jutaan mahkluk malam lainnya
menyanyikan melodi
menjadikan lakon indah di malam hari
menyapa sang Bunda bukan hal yg sulit lagi
di saat kita tergolek dalam alunan cinta....
Langganan:
Postingan (Atom)